IPSM Sumut Distribusikan Pangan dan Pakaian ke Kecamatan Sekerak (foto: Cem)
Aceh Tamiang, Sumol - Beratnya efek banjir bandang dahsyat yang terjadi pada 25 Desember 2025 yang menyebabkan kerusakan parah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menyebabkan kedatangan Tim Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Provinsi Sumatera Utara pada hari ke 20 pasca bencana disambut peluk hangat dan isak tangis.
“Listrik padam dari awal bencana sampai hari ini, rumah kami hancur, kalaupun yang masih ada ditutup lumpur, kami makan nasi dari beras terendam lumpur, air bersih nggak ada, pakaian nggak ada, gelap gulita, sampai hari ke-15 tak ada bantuan, hancur kali hidup kami. Kasihan anak-anak kami, kedinginan, kelaparan,”teriak Azizah (34) warga Sekumur saat bertemu di Desa Pematang Durian, 10 kilometer dari desanya, Rabu (10/12/2025).
Azizah bersama beberapa warga kampung berjuang mati-matian untuk bisa keluar dari desanya yang terisolir agar bisa mendapat bantuan. Gampong (desa) Sekumur adalah salah satu desa yang rata dengan tanah akibat banjir bandang. Wilayahnya pun tertutup tanah longsor. Selain Sekumur akses ke beberapa desa seperti Lubuk Sidup masih sulit karena lumpur.
Desa Pematang Durian termasuk desa dengan kondisi relative lebih baik karena masih ada tempat yang tak terendam lumpur, hingga mereka memilih mengungsi di sini.
“Sempat kami dapat bantuan, 2 mug beras dan 3 bungkus mie instan. Alhamdulillah, itulah kami padain. Makanya menangis kami karena kakak abang bawakan kami baju, beras, makanan, ya Allah inilah kami baru makan yang betul. Dapat pulak kami pampers, bajunya cantik-cantik, ya Allah terima kasih kalilah ya bang, ya kak. Dimurahkan rezeki,”katanya sambil menghapus air mata.
Untuk korban bencana, IPSM Sumut membawa air bersih, air mineral, 200 karung beras, 100 paket pakaian perempuan, anak-anak, pakaian laki-laki, 200 nasi bungkus, obat-obatan, pampers, makanan kucing, roti, kecap, telur rebus, snack dan pakaian dalam hingga kebutuhan ibadah.
“Sedih karena jumlah yang kita bawa jauh dari kata cukup, mudah-mudahan kawan-kawan dari manapun masuk ke daerah ini dan menambah apa yang kita salurkan ini, terutama air dan lampu penerangan. Kasihan sekali mereka gelap gulita, anak-anak pasti trauma, “kata Muchrid Nasution, Ketua IPSM Provinsi Sumatera Utara yang berjanji akan datang kembali untuk membawakan kebutuhan lain bagi korban banjir Aceh Tamiang.
Kabupaten Aceh Tamiang, adalah satu dari 52 Kabupaten yang terdampak bencana alam Hidrometeorologi. Badai sikon Senyar pertama yang menyapu wilayah Indonesia menyebabkan 1022 orang meninggal dunia, 206 hilang, 158. 049 rumah rusak dan hilang, 400 ribuan orang mengungsi. (Kyo/Yp)
