Melayu Deli Sebagai Akar, Keberagaman Sebagai Kekuatan

OK Zulfani Anhar (Foto: YP)

Medan, MedanKini.Net - Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar menekankan pentingnya sinergi pemerintah, komunitas budaya, pelaku usaha, dan masyarakat. "Pemajuan kebudayaan perlu mengacu pada sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, dengan memperhatikan tamadun Melayu Deli sekaligus merangkul tradisi lain yang membentuk identitas multikultural Medan, "ujar OK Zulfani dalam pertemuan para penggiat kebudayaan di MW Budaya Cafe & Resto, Jalan Setiabudi, Medan, Jumat (23/10/2026).

Dijelaskan OK, pemajuan kebudayaan Kota Medan membutuhkan sinergi yang saling merangkul antara pemerintah, penggiat seni budaya. Kebudayaan harus menjadi penggerak ekonomi kreatif yang menyejahterakan dengan menghidupkan ruang budaya, memperkuat pendidikan tradisi, dan membangun ekosistem ekonomi yang menghargai karya seniman.

'Medan harus punya warna peradaban; Medan harus menjadi Medan, berakar pada tradisi, hadir dalam kekinian, dan dikenal dengan jati diri serta warna Deli, 'tambahnya.

Ok Zulfani berharap tokoh-tokoh penggiat kebudayaan ikut menjadi motor terwujudnya harapan itu.

Sementara itu, Dr. Jimmy Siahaan menyoroti pentingnya membangun ekosistem budaya, bukan sekadar menggelar kegiatan seremonial. Seniman membutuhkan ruang berlatih dan tampil, komunitas memerlukan dukungan regenerasi, sedangkan karya budaya membutuhkan jalur promosi, distribusi, dan pemasaran.

Jika seluruh unsur tersebut terhubung, kebudayaan dapat membuka peluang kerja, menggerakkan usaha kecil, memperkuat pendidikan tradisi, dan menumbuhkan pariwisata berbasis identitas lokal.

Dari Silaturahmi Menuju Kerja Bersama

Ke-24 tokoh penggiat kebudayaan ini memiliki latar keahlian yang beragam, mulai dari sejarah, penelitian, pelestarian benda pusaka, seni rupa, musik, sastra, jurnalistik, tari, teater, hingga pendidikan dan pembinaan sanggar. Keragaman tersebut merupakan modal penting bagi pengembangan kebudayaan Kota Medan.

Tantangan berikutnya ialah mengubah gagasan menjadi kerja nyata: memperkuat jejaring antarkomunitas, memperluas akses pertunjukan dan pasar, melibatkan generasi muda, serta membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan dunia usaha.

Sebab, keberhasilan pemajuan kebudayaan tidak cukup diukur dari banyaknya festival atau penghargaan. Ukuran yang lebih penting ialah tradisi yang tetap hidup, karya yang dihargai, generasi muda yang terlibat, dan seniman yang memperoleh kesempatan untuk hidup layak dari profesinya.

Sembang-Sembang Budaya Medan pun menghadirkan pesan sederhana tetapi mendasar: kebudayaan membutuhkan ruang, keberpihakan, kolaborasi, dan ekosistem ekonomi yang adil.

Medan memiliki kekayaan tradisi dan keberagaman yang menjadi kekuatannya. Kini, pekerjaan bersama adalah memastikan kekayaan itu tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi hadir dalam kehidupan hari ini dan memberi masa depan bagi mereka yang merawatnya.

Medan harus menjadi Medan: berakar pada tradisi, tumbuh dalam keberagaman, dan mampu menghidupi para penjaga kebudayaannya. (Kyo/Rel)
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال